Teman mempunyai pengaruh sangat kuat dalam membentuk kepribadiaan seseorang. Rasululloh Shollollohu Alaihi wa Sallam bersabda: “ Seseorang menurut agama sahabatnya, maka hendaklah setiap orang memperhatikan dengan siapa dia bersahabat” (HR. Abu Daud)
Teman terbagi menjadi 3 macam:
- Teman Berasaskan Manfaat ialah orang yang berteman denganmu untuk mendapatkan manfaat darimu berupa harta, kedudukan atau yang lainnya. Jika tidak ada manfaat yang didapatkan darimu, jadilah ia musuhmu, dia tidak mengenalmu dan kamu tidak mengenalnya. Betapa banyaknya mereka ini
- Teman Kenikmatan ialah ia berteman denganmu hanya untuk bersenang-senang denganmu dalam bermajelis dan begadang. Tetapi dia tidak memberimu manfaat dan kamu tidak memberi manfaat kepadanya, yang ada hanya menyia-nyiakan dan membuang waktumu.
- Teman Keutamaan ialah teman yang membawamu kepada kebaikan dan ketaatan serta melarangmu kepada keburukan, membuka pintu-pintu kebaikan untukmu dan menuntunmu kepadanya. Jika kamu tergelincir dia akan mencegah dengan cara yang baik dan tidak mempermalukanmu.
Rasululloh Shollollohu Alaihi wa Sallam bersabda: “ Sesungguhnya perumpamaan teman yang sholih (baik) dan teman yang buruk seperti orang yang membawa minyak kasturi dan pandai besi. Orang yang membawa minyak kesturi kemungkinannya ia akan memberimu hadiah atau engkau mencium wangi harum darinya. Sedangkan pandai besi kemungkinannya ia akan membakar bajumu atau engkau mendapatkan darinya bau yangtidak sedap” (HR. Bukhari Muslim)
“Besok semua jiwa akan dimintai pertanggungjawabannya atas perbuatannya. Semua orang akan menuai apa yang selama ini ditanamnya. Kalau mereka berbuat baik maka kebaikan itu akan kembali kepada mereka
Kalau mereka berbuat jahat maka kejahatan itu akan kembali kepada mereka”
“Kalau seandainya setelah mati kita dibiarkan begitu saja tentu kematian adalah kenikmatan bagi siapapun adanya. Akan tetapi setelah mati kita akan dibangkitkan lalu ditanya tentang segala apa yang kita lakukan.”
“Ada diantara kita yang memilih tempat berteduh dari sinar matahari
Akan tetapi tidak memilih surga sebagai tempat berteduh dari neraka”
“Berapa banyak orang yang gembira justru terpedaya. Makan, minum dan tertawa, padahal telah dipastikan dalam takdir Alloh bahwa ia akan menjadi bahan bakar api neraka”
Tinggalkan sebuah Komentar
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
